Vokasiana.com - Suara Inspirasi. Ada yang berbeda di BBPPMPV BOE Malang pada 26 Januari 2026. Tidak ada wajah tegang. Tidak terdengar nada menggurui. Yang terasa justru suasana seperti reuni keluarga besar pendidikan vokasi.
Hari itu, Diklat Pembelajaran Mendalam digelar. Pesertanya para kepala sekolah dan guru SMK negeri maupun swasta. Khusus kelas E, ada 20 kepala SMK yang datang dari berbagai daerah: Sampang, Bangkalan, Surabaya, hingga Kediri. Jarak mereka jauh. Tapi tujuan mereka sama: belajar kembali, dengan cara yang lebih manusiawi.
Pembelajaran mendalam—deep learning—di sini tidak dibicarakan sebagai konsep tinggi yang sulit dijangkau. Ia dibumikan. Dibawa ke meja diskusi. Didekatkan ke pengalaman nyata di sekolah. Peserta tidak sibuk mencatat slide. Mereka sibuk bertukar cerita.
Dua widyaiswara memandu dengan gaya yang menenangkan: bapak Supono dan Ibu Suryatri D.. Tidak banyak ceramah panjang. Yang ada justru pertanyaan-pertanyaan sederhana tapi mengusik. Tentang murid. Tentang makna belajar. Tentang keberanian mengubah kebiasaan lama.Sesekali terdengar tawa. Bukan tawa basa-basi. Tapi tawa karena merasa senasib. Kepala sekolah dari Madura berbagi cerita tentang tantangan guru. Kepala sekolah dari kota besar mengangguk—rupanya masalahnya tidak jauh berbeda. Di titik itu, sekat wilayah seakan hilang.
Diklat ini tidak terasa seperti pelatihan satu arah. Lebih mirip ruang aman untuk berpikir ulang. Para peserta diajak menyelami kembali: untuk apa sekolah ini ada? Untuk apa murid belajar? Dan sejauh mana sekolah memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh sebagai manusia, bukan sekadar pengumpul nilai.
Malang pagi itu dingin. Tapi ruang kelas terasa hangat. Bukan karena pendingin ruangan dimatikan. Melainkan karena ada kepercayaan yang dibangun—bahwa perubahan pendidikan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Kadang cukup dari percakapan jujur, di ruang pelatihan, bersama orang-orang yang masih mau belajar.
Dan mungkin, itulah pembelajaran paling mendalam hari itu.
Posting Komentar untuk "Belajar Serius, Ketawa Dulu : Catatan Diklat Kepala SMK di BOE Malang"